Tampilkan postingan dengan label tik kelas 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tik kelas 9. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

ISP dan Keamanan Jaringan Internet

ISP dan Keamanan Jaringan Internet

Saat ini Internet sudah mulai menjadi gaya hidup yang tanpa disadari diperlukan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi baik hardware maupun software.
Dengan fenomena layanan Facebook, Blog, Email dan Instant Messaging yang dapat diakses melalui berbagai macam gadget maka layanan Internet bukan lagi monopoli orang yang mampu menggunakan komputer dengan 101 tombol saja tetapi hampir semua lapisan masyarakat dapat mengakses layanan Internet dengan sangat mudah.

Internet Service Provider yang merupakan gerbang bagi para pengguna Internet saat ini menghadapi tantangan untuk dapat tetap memberikan layanan Internet yang berkualitas, terjangkau dan aman bagi penggunanya.

Bicara tentang keamanan Internet tidak terlepas dari Sistem Keamanan Jaringan Komputer yang sangat komplek dan banyak lapisan walaupun dapat di rangkum dalam tiga hal besar saja yaitu:

Confidentiality (kerahasiaan data)
Integrity (Integritas / keutuhan / keaslian, termasuk pengaturan hak akses)
Availability (Ketersediaan layanan)

selain itu bicara tentang keamanan jaringan komputer mau tidak mau tunduk terhadap model segitiga yang memiliki tiga sisi:

sisi kemanan
sisi kenyamanan/kemudahan
sisi fungsi

dimana ketiga sisi tersebut saling bertolak belakang, artinya mengutamakan salah satu berarti mengurangi yang lainnya dengan demikian yang dapat dicapai adalah mencari komposisi yang paling dapat diterima oleh pengguna, dengan demikian menurut saya visi keamanan di ISP adalah:

Menciptakan Internet yang aman, nyaman dan berfungsi dengan baik

visi diatas sangat sederhana tetapi untuk mencapi hal tersebut terus terang tidak mudah dan butuh banyak pemikiran pertimbangan dan pemahaman dari semua stake holder sbb:

1. Pengguna Internet
2. Internet Service Provider (ISP) termasuk Network Access Provider
3. Content Provider termasuk penyelenggara e-Bussines/e-Commerce dan infrastruktur pendukungnya yaitu: Bank, penerbit Certified Authorization (CA) dan logistik.
4. Penyelenggara Jaringan
5. Pemerintah

tentunya tidak semua aspek dapat diakomodir oleh ISP, karena sejatinya ISP minimal memiliki layanan standar sbb:

1. DNS server / nameserver sebagai sarana resolve domain ke IP atau sebaliknya
2. Email server sebagai outgoing dan atau incoming server
3. Proxy server sebagai perantara akses web sekaligus sebagai cache dan filtering konten pada lapisan aplikasi
4. Webhosting sebagai sarana untuk mempublikasikan halaman web
5. RADIUS Server sebagai Authentication Authorization Accounting (AAA) untuk Billing Server
6. Routing Alamat IP agar user/pengguna dapat mengkakses layanan-layanan tersebut melalui protocol TCP/IP yang dihubungkan satu dengan lainnya secara terbuka atau dengan kata lain jaringan Publik (Internet)
7. Sistem Monitoring dan manajemen Jaringan

Dengan demikian bagian keamanan yang harus di akomodir oleh ISP setidaknya adalah:
1. Menyediakan Nameserver yang handal dan aman yang bebas dari dns poisoning / spoofing
2. Menyediakan Email server yang mampu menyaring email sampah (Spam), virus dan mallware lainnya
3. Menyediakan Proxy Server yang mampu menyaring pishing dan membatasi konten-konten mallware lainnya.
4. Menyediakan Webhosting yang aman yang tidak menyimpan kode-kode jahat seperti pishing, virus, trojan, mallware dan konten-konten yang mengandung unsur SARA (Suku Agama Ras)
5. Menyediakan RADIUS Server yang handal, aman dan tidak merugikan pelanggan baik secara finansial maupun secara kerahasiaan username password pelanggan tersebut.
6. Menyediakan sistem routing paket TCP/IP yang handal, aman dan terbebas dari serangan: Spoofing, Distributed Denial of Service, Worm dll.
7. Memiliki sistem monitoring dan manajemen jaringan untuk dapat menganalisa dan mengatasi permasalahan jika terjadi hal-hal yang disebut diatas.

adapun layanan-layanan lainnya selain tujuh hal yang disebutkan diatas lebih sebagai tanggung jawab pengelola konten baik itu bagi ISP yang memiliki konten, maupun institusi yang menyediakan konten bagi pengguna Internet termasuk: E-Banking/Bank, Pengelola E-Business/E-Commerce, E-Learning/Kampus, E-Goverment/Pemerintah, Pengelola Portal dll.

Sedangkan untuk Warnet sejatinya adalah mini ISP yang menyediakan/menyewakan sarana bagi pengguna Internet yang tidak mengakses Internet dari perangkat pribadinya.

Dalam hal terjadinya cybercrime ISP berperan untuk membantu perangkat hukum melakukan investigasi dan mencari bukti-bukti digital yang sekiranya dapat menjadi petunjuk dan bukti di pengadilan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Bentuk barang bukti dan petunjuk bisa berupa analisa header email, logfile aplikasi server-server yang telah disebutkan diatas dan analisa traffic.

Khusus untuk analisa traffic tidaklah bijaksana untuk menganalisa semua taffic data secara paket pada lapisan 3 dan 4 (network layer dan transport layer) secara terus menerus karena akan mengganggu fungsi dan kenyamanan dari layanan Internet itu sendiri, adapun yang dapat dilakukan adalah analisa paket secara langsung pada saat insident keamanan terjadi atau biasa disebut sniffing.

Topologi pohon

Topologi pohon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Topologi pohon
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

topologi mesh

Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

Minggu, 02 Oktober 2011

cara duduk yg benar di depan komputer

Duduk bisa mengurangi rasa penat, memang benar. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis, justru bisa menimbulkan gangguan pada leher, bahu, punggung, dan lengan. Alias RSI itu tadi.

Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan, dan aliran darah ke otot terhambat. Akibatnya, timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit, pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher, yang disebut juga varicose veins. Oleh karena itu, perlu menerapkan duduk dinamis, yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk. 

Perlu selalu rileks 

Gejala RSI atau juga disebut Cumulative Trauma Disorder bisa terjadi gara-gara posisi tubuh kurang rileks. Ada tekanan terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak, serta leher. Kurang selingan istirahat ketika mengetik misalnya, apalagi terlalu terforsir dijamin menimbulkan risiko kesehatan(Sekolah Kesehatan). 

Upaya pencegahannya, pertama-tama posisi tubuh saat duduk dan teknik mengetik (Kursus Mengetik) mesti benar. Begitu pula penataan (posisi) sarana kerja harus benar. Tak ada salahnya memang memilih sarana bekerja yang enak dipakai (ergonomis). Namun, tetap saja kebiasaan bekerja secara baik dan benar lebih penting sebagai pencegahan ketimbang harus menyediakan perlengkapan yang ergonomis. Baik sarana duduk (kursi), keyboard, atau penyangga pergelangan tangan. 

Untuk posisi monitor, disarankan lebih rendah dan agak jauh dari posisi mata. Kursi dan keyboard diatur sedemikian rupa hingga posisi paha dan lengan sejajar (boleh sedikit menggantung), pergelangan tangan lurus dan sejajar (tidak menekuk ke bawah atau terlalu jauh ke belakang). Bila memungkinkan, posisi keyboard 2,5 - 5 cm di atas paha. Jika posisi meja terlalu tinggi, sebaiknya keyboard ditaruh di atas pangkuan. 

Bagaimana tentang pengaruh monitor pada mata? 

Pengaruh monitor (video display unit/VDU) terhadap kesehatan mata, masih menjadi perdebatan. Pemakai VDU pada umumnya mengeluhkan tekanan pada mata, nyeri otot leher, sakit pundak dan pinggang. Tapi berdasarkan penelitian (Beasiswa Penelitian)di Inggris, tidak ada kerusakan permanen pada mata gara-gara VDU, kecuali nyeri sementara pada mata. Keluhan itu pun masih ditentukan oleh tipe pekerjaannya, monoton atau bervariasi, nonstop atau diselingi istirahat. Keluhan pun akan berkurang bila posisi duduk dan pencahayaan diperhatikan. Jumlah radiasi gelombang yang diterima pengguna VDU selama 8 jam/hari sebenarnya hanya 0,5% dari jumlah radiasi yang diterima dari sumber lain. Kalau masih merasa belum aman tak ada salahnya memasang kaca penahan radiasi sebagai perisai tambahan. 

Selain harus duduk pada posisi tegak, jangan pula meregang ke depan untuk mencapai keyboard atau membaca tulisan di layar monitor. Keadaan demikian justru akan menciptakan masalah. Begitu pun posisi tubuh "sempurna" dapat bermasalah bila dilakukan secara kaku dan terus menerus dalam jangka panjang. Karenanya disarankan untuk rileks, juga sering-seringlah bergerak dan mengubah posisi (duduk dinamis). Ini bukan cuma berlaku untuk tangan dan lengan, tapi juga pundak, punggung, dan leher. 

Begitu pula saat mengetik, pergelangan tangan hendaknya tidak ditekuk ke atas, ke bawah, atau ke samping. Sedikit memutar-mutar tangan bisa sebagai gantinya istirahat pergelangan tangan. Begitu ada kesempatan berhenti mengetik sejenak, istirahatkan tangan di atas pangkuan atau di sisi samping anda ketimbang ditumpangkan di atas keyboard. 

Begitu pun ukuran font (huruf) sebaiknya tidak terlalu kecil supaya mudah terbaca. Sehingga tak perlu membungkukkan badan ke depan monitor setiap kali membaca teks. Juga melunakkan tekanan pada saraf dan pembuluh darah di leher dan pundak. Selain ukuran teks dokumen jelas, juga pergunakan warna yang teduh (abu-abu) dan mudah terbaca oleh mata. Lagi-lagi perbanyak istirahat dan rileks. 

Pertimbangkan posisi lampu dan AC 

Sesuai dengan namanya, fungsi lampu adalah untuk menerangi ruangan. Selain juga memberikan nuansa dekoratif. Untuk fungsi dekoratif, lantas perlu memilih lampu yang selaras dengan desain interior (Sekolah Desain Interior). Namun sebagai sarana penerang, lampu tentu saja harus terang. 

Apa pun bentuknya, pilihlah lampu yang cahayanya cukup terang untuk menerangi huruf-huruf tulisan. Selain itu juga tidak bikin mata silau dan pedih. Untuk ruang kerja, lazimnya digunakan lampu neon. Selain cahayanya terang, juga bisa mengirit anggaran. Tapi, omong-omong tentang cahaya, pernah ada laporan (tahun 1996), makin terang cahaya lampu ruangan, makin sering karyawan mengeluh lesu, lelah, dan sakit kepala. 

Untuk mengurangi ketajaman sinar yang memedihkan mata, perlu lampu tambahan. Manfaat lainnya, cahaya lampu utama bisa tersebar. Sementara penempatkan lampu tak langsung yang tidak terlalu terang akan mengurangi ketegangan mata. 

Selain kriteria terang, tata letak lampu mesti diperhatikan. Lampu penerang sebuah gedung perkantoran biasanya sudah terpasang permanen. Kalau demikian adanya, yang mesti dilakukan ya mengatur posisi meja kerja. 

Posisi meja kerja mestinya tidak berada persis di bawah titik lampu. Kenapa? Karena sinar lampu dari atas langit-langit tepat di atas meja kerja menimbulkan bayangan pada halaman buku, koran atau majalah yang tengah dibaca. Jadi posisi lampu demikian tidak tepat untuk membaca. Posisi lampu hendaknya di belakang agak ke samping, untuk menghindari timbul bayangan pada halaman buku yang dibaca.